Bagi Anda yang belum tahu apa itu marketplace, marketplace adalah sebuah website jual beli online di mana para pembeli dan penjual online bertemu atau bertransaksi dengan sistem rekber (istilah dulu di FJB Kaskus). Sederhananya, ada pihak ketiga yang menjadi penengah antara penjual dan pembeli agar kedua belah pihak merasa aman dalam bertransaksi.

Anda sebagai pembeli misalkan, ingin membeli barang dari sebuah website toko online. Anda tidak kenal siapa penjualnya, tidak bisa bertemu, tidak tahu alamat pastinya, tidak ada jaminan apakah penjual tersebut terpercaya, tidak ada jaminan penjual akan memberikan nomor resi pengiriman, tidak bisa melihat review pembeli sebelumnya secara jujur, dan bagaimana reputasinya di dunia maya terhadap penjual yang sejenis, apakah Anda berani bertransaksi online seperti ini? Jujur saya pribadi akan berpikir seribu kali dan lebih memilih membeli barang tersebut di pasar offline saja walau harganya lebih mahal.

Untungnya di marketplace menjawab permasalahan-permasalahan tersebut. Tidak hanya dari sisi pembelinya saja, tapi dari sisi penjualnya. Keuntungan dari sisi penjual adalah:

  • tidak perlu membuat website.
  • ibarat jualan di pasar, calon pembeli berseliweran di pasar tersebut, berbeda jika Anda menjualnya di website toko sendiri, ibarat Anda berjualan di tepi jalan yang belum tentu ada orang yang lewat.
  • dapat membangun kepercayaan pembeli dengan cepat.
  • cost bisnis yang lebih kecil.

Daftar Marketplace terbesar di Indonesia

Tentunya, karena marketplace ini sedang mewabah di negara kita, tidak mungkin di sini akan dibahas semuanya karena saking banyaknya yang berlomba-lomba membuat website berjenis ini. Menurut saya hanya ada 3 marketplace raksasa yang bisa bertahan dalam jangka waktu lama, yaitu:

Tokopedia

tokopedia Siapa sih yang tak kenal dengan TOPED (sapaan pendeknya) ini. Pemain lama yang selalu menjanjikan telur-telur yang bisa dipecahkan oleh pembeli setianya. Karena kita tidak bisa melihat data dari Tokopedia, berupa jumlah produk yang dijual, berapa penjualnya, dan data-data lainnya sehingga tidak bisa dipastikan apakah marketplace ini yang terbesar atau tidak. Namun feeling saya mengatakan, Tokopedia adalah nomor satunya marketplace saat ini (hingga tahun 2020).

Dari sisi penjual, hanya satu saja kekurangannya, yaitu, toko yang Anda buat, tidak bisa diubah-ubah namanya, sehingga jika Anda ingin menutup toko dan membuka toko lainnya, satu-satunya jalan adalah membuat akun yang baru. Agak merepotkan karena sistem verifikasi yang ketat sehingga kita harus berganti-ganti identitas agar bisa disetujui. Nah, jika Anda berniat untuk membuka toko di sini, pikir-pikir terlebih dahulu, apa nama tokonya dan diharapkan tidak diganti-ganti lagi sampai kiamat.

Shopee

shopeeJika dibandingkan dengan pesaing besarnya, Shopee tergolong marketplace yang masih muda. Kemunculannya langsung nge hits karena promo ongkir gratisnya yang kemudian baru diikuti oleh para rivalnya. Shopee yang lebih akrab dengan pembeli dari kaum hawa ini lebih terkenal dengan fashion-fashion nya di mana para supplier fashion pada ngumpul di sini nih guys. Buat kamu yang ingin berjualan offline tapi bingung cari supplier, ya di sini aja tempatnya. Hanya saja ya memang, ongkirnya yang masih belum ada solusi buat mereka yang ingin membeli kulakan.

Seperti yang sudah saya singgung tadi, buat Anda yang ingin membeli barang berjenis fashion, atau Anda yang ingin berjualan produk fashion, bisa langsung fokus di sini saja. Namun, bukan hanya fashion aja sih guys, di beberapa kategori lainnya terkadang bisa lebih jor-joran harganya dibanding dengan pesaing besarnya.

Facebook Marketplace

facebook marketplace

Untuk jenis yang satu ini agak berbeda dengan dua marketplace di atas. Jika Anda dulu pernah mendengar FJB Kaskus atau Tokobagus (sekarang OLX), maka Facebook Marketplace mirip-mirip dengan kedua marketplace pendahulunya tersebut.

Alih-alih menjadi penengah dalam transaksi jual beli, Facebook Marketplace ini hanya berfungsi sebagai wadah perkenalan antara penjual dan pembeli saja, namun transaksinya diserahkan kepada kedua belah pihak, apakah mau bertemu langsung atau bertransaksi online di luar Facebook Marketplace.

Kalo saya pribadi berpendapat bahwa Facebook Marketplace merupakan satu kesatuan yang tak terpisahkan dari pedagang online. Seorang pedagang online wajib memiliki akun ini walau nantinya bisa melakukan aksi jual belinya di tempat lain. Pembelinya biasanya mencari barang online tapi lebih memilih bertransaksi secara offline. Jika dibandingkan dengan calon pembeli yang bisa menggunakan aplikasi untuk bertransaksi jual beli, maka jumlah calon pembeli yang ingin bertransaksi offline itu berlipat-lipat kali jumlahnya.

Jika Anda merasa berjualan di TOPED atau SHOPEE sudah terlalu berat karena harus bersaing dengan para supplier yang jualnya eceran, maka Anda bisa memanfaatkan Facebook Marketplace untuk menyasar pembeli dari kalangan offline. Misalkan Anda berdomisili di pulau Kalimantan, Anda bisa membeli apa saja yang ada di TOPED dan SHOPEE untuk kemudian dijual kembali ke Facebook Marketplace dengan metode transaksi offline.

Kesimpulan

Memang di luar sana ada yang namanya jd.id, blibli.com, lazada.com, dan lain sebagainya, namun secara pribadi, saya hanya lebih memilih 3 marketplace di atas untuk bertransaksi. Namun sebagai pembeli mesti diperhatikan bahwa tidak semua produk yang di jual di marketplace ini adalah sudah dimiliki oleh si penjual. Artinya, banyak juga lho yang dropshipper.

Pandai-pandailah membanding-bandingkan antara produk yang satu dengan lainnya, karena bisa jadi Anda hanya membeli produk yang nantinya akan dibeli lagi dari marketplace yang sama oleh si penjual untuk didropshipkan ke alamat Anda. Kerugiannya, Anda mendapatkan harga yang lebih tinggi dibanding jika Anda bisa langung ke tangan pertamanya.

Tapi tidak semua harga yang murah merupakan penjual tangan pertama, karena bisa jadi ada harga siluman di ongkir nya. Yang harus menjadi perhatian lebih setelah harga barang adalah ongkir nya. Total transaksilah yang menjadi patokan Anda, bukan harga produk. Tips hemat buat Anda, selalu sortir produk berdasarkan review dan berhati-hati dengan iklan yang muncul di atas dan tengah hasil pencarian kita tersebut.

Semoga bermanfaat.

Credit image: